LINK GUNADARMA

Banner Link Gunadarma

Rabu, 30 September 2015

Tugas 1 Psikologi Manajemen

Definisi Manajemen Menurut Para Ahli
  1. Menurut Drs. Oey Liang Lee mengartikan manajemen adalah ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan dari manusia untuk menentukan capaian tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan.
  2. Menurut James A.F. Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan terhadap sumber daya organisasi lainnya supaya tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan yang ditetapkan.
  3. Menurut R. Terry adalah suatu proses khas terdiri tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengontrolan yang dilakukan dalam menentukan serta mencapai target yang sudah ditetapkan lewat pemanfaatan sumber daya manusia dan lainnya.
  4. Menurut Lawrence A. Appley adalah suatu seni untuk mencapai tujuan tertentu lewat usaha yang dilakukan oleh orang lain.
  5. Menurut Horold Koont dan Cyril O’Donnel adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan lewat kegiatan orang lain.
  6. Menurut Stoner adalah suatu proses dalam membuat perencanaan, pengorganisasian, mengendalikan dan memimpin segala macam usaha daripada anggota organisasi dan menggunakan segala sumber daya organisasi dalam mencapai sasaran.
  7. Menurut Wilson Bangun adalah suatu rangkaian aktivitas yang dikerjakan oleh para anggota organisasi agar tujuan dapat tercapai dengan rangkaian yang teratur dan tersusun baik.

Definisi Kepemimpinan Menurut Para Ahli
  1. William G. Scott (1962) Kepemimpinan ialah proses mempengaruhi aktifitas yang diorganisir dalam suatu kelompok dalam usahanya untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
  2. F. A. Nigro (1965) Inti dari kepemimpinan ialah mempengaruhi aktifitas orang lain.
  3. F. I. Munson "The Management of Man". Kepemimpinan sebagai kesanggupan atau kemampuan untuk mengatasi orang-orang yang sedemikian rupa agar mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan kemungkinan pergesekan yang sekecil-kecilnya dan sebesar mungkin terjalinnya kerja sama.
  4. Ordway Tead (1929) Kepemimpinan sebagai penggabungan perangai yang membuat seseorang mungkin dapat mendorong beberapa pihak lain untuk menyelesaikan pekerjaannya.
  5. Hemhill dan Coon (1995) Kepemimpinan merupakan sikap dari seorang individu yang memimpin berbagai kegiatan dari suatu kelompok menuju suatu tujuan yang ingin dicapai bersama-sama.
  6. Kartini Kartono (1994 : 48) Kepemimpinan itu karakternya khas, spesifik, dibutuhkan pada satu situasi tertentu. Sebab didalam sebuah kelompok yang melakukan kegiatan-kegiatan tertentu & memiliki sebuah tujuan serta berbagai macam peralatan yang khusus. Pemimpin sebuah kelompok dengan ciri-ciri yang karakteristik adalah fungsi dari situasi tertentu.
  7. Tannenbaum, Weschler dan Massarik (1961) Kepemimpinan ialah sebuah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan pada keadaan tertentu, serta diarahkan lewat proses komunikasi, menuju arah pencapaian satu tujuan tertentu atau lebih.
  8. P. Pigors (1935) Kepemimpinan ialah proses dorong mendorong lewat keberhasilan sebuah interaksi dari berbagai perbedaan individu, mengontrol daya seseorang dalam mengejar tujuan bersama.
  9. George R. Terry Kepemimpinan merupakan suatu hubungan yang ada didalam diri seseorang atau pemimpin dan mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan sadar dalam hubungan tugas agar tercapainya sebuah tujuan yang diinginkan.
  10.  Stephen J. Carrol dan Henry L. Tosj (1977) Kepemimpinan ialah seuatu proses mempengaruhi orang lain untuk mengerjakan apa yang kamu kehendaki dari mereka untuk mengerjakannya.
  11. Theo Haiman dan William G.Scott Kepemimpinan merupakan suatu proses beberapa orang diarahkan, dipimpin, & dipengaruhi didalam sebuah pemilihan & pencapaian sebuah tujuan.
  12. Duben (1954) Kepemimpinan ialah kegiatan para pemegang kekuasaan & pembuat suatu keputusan.
  13. Reed (1976) Kepimpinan ialah suatu cara mempengaruhi perilaku seseorang agar perjuangan dapat dilakukan mengikuti kehendak dari seorang pemimpin.
  14. G. L. Feman dan E. K. Taylor (1950) Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan untuk menciptakan aktifitas suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi dengan efektifitas yang maksimal & kerjasama dari tiap individu.
  15. James M. Black (1961) Kepemimpinan ialah kemampuan yang mampu meyakinkan orang lain agar mau bekerjasama dibawah pimpinannya menjadi kesatuan dari tim untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
  16. P. Pigors "Ledearship and Domination" Kepemimpinan merupakan suatu proses dorong-mendorong yang mengontrol daya manusia guna mengejar tujuan bersama, lewat interaksi yang berhasil dari bermacam-macam perbedaan individual.
  17. C. Schenk "Leadership" : Infantry Journal. 1928. Kepemimpinan ialah manajemen mengenal seseorang dengan jalan persuasi & inspirasi bukan melalui pengarahan dan semacamnya, atau bahkan paksaan, ancaman yang terselubung.
  18. H. Kootz & O’ Donnel "Principles of Management" Kepemimpinan merupakan aktifitas mempersuasi orang agar mau bekerjasama dalam suatu pencapaian tujuan bersama.

Pengertian Perencanaan (Planning)
Secara umum pengertian perencanaan adalah sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu periode tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Sementara itu terdapat pengertian menurut beberapa ahli berikut :
  1. Menurut Bintoro Tjokroaminoto dalam Husaini Usman (2008:60) adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
  2. Menurut Prajudi Atmosudirjo dalam Husaini Usman (2008:60) juga berpendapat bahwa perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, siapa yang melakukan, bilamana, di mana, dan bagaimana cara melakukannya.
  3. Menurut Soekidjo (2003) adalah suatu kegiatan atau proses penganalisisan dan pemahaman sistem, penyusunan konsep dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan demi masa depan yang baik.
Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah kegiatan yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan dan dalam perencanaan itu mengandung beberapa unsur, diantaranya sejumlah kegiatan yang ditetapkan sebelumnya, adanya proses, hasil yang ingin dicapai, dan menyangkut masa depan dalam waktu tertentu (Usman, 2011:66).

Langkah-langkah Menyusun Perencanaan

  1. Merumuskan Misi dan Tujuan.
Usaha sistematis formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan, sasaran-sasaran, kebijakan-kebijakan, dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang bersangkutan.

  1. Memahami Keadaan Saat ini.
Perencanaan menyangkut jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka pendek dan sampai jangka panjang.

  1. Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya tujuan.
Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan.
Segala kemudahan dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.

  1. Menyusun rencana kegiatan untuk mencapai tujuan.
Tujuan dapat tercapai dengan beberapa cara, diantaranya adalah:    
    1. Menyusun berbagai alternatif kebijaksanaan dan tindakan-tindakan yang mungkin dapat dipilih.
    2. Menilai dan membandingkan untung rugi setiap alternatif kegiatan kebijakan.
    3. Memilih dan menetapkan suatu alternatif yang paling cocok dan baik diantara alternatif-alternatif lain.
Perencanaan Strategik ( Strategik Planning/ Corporate Planning ) merupakan bagian terpenting dari manajemen strategik dan dapat dianggap sebagai pilar sentral manajemen strategik.

Langkah-langkah perencanaan strategis menurut Texas Workforce Commossion, 2005:

  1. membentuk tim perencanaan;
  2. mendiskusikan model perencanaan yang akan diadopsi;
  3. memastikan setiap anggota tim memahami proses dan hasil yang diharapkan;
  4. menyediakan waktu yang cukup untuk proses perencanaan;
  5. mendiskusikan misi lembaga dan kontribusi setiap anggota untuk itu; serta
  6. membangun dasar informasi untuk memberikan hasil dan output yang spesifik.

Manfaat Perencanaan

  1. Standar pelaksanaan dan pengawasan,
  2. Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
  3. Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
  4. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
  5. Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan,
  6. Alat untuk memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait, dan
  7. Alat untuk meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti,
  8. Membantu dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
  9. Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
  10. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
  11. Menghemar waktu, usaha dan dana.

Jenis Perencanaan Dalam Organisasi

Secara hierarkis, terdapat 3 jenis perencanaan, yakni:
1.     Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis yaitu suatu proses dimana eksekutif atau top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan.
2.     Perencanaan Taktis
Perencanaan Taktis yaitu proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. bagian ini dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik.
3.     Perencanaan Operasional
Perencanaan Operasional yaitu perencanaan yang dilakukan pada karyawan tingkat terendah dalam organisasi. Mengidentifikasi prosedur spesifik, dan proses yang diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu rencana dikembangkan dalam waktu yang singkat. 

Menurut Asnawir terdapat tujuh jenis-jenis perencanaan, yang dilihat dari berbagai macam segi, yaitu :
  1. Dilihat dari segi waktu
a.     Perencanaan jangka panjang, yang termasuk dalam perencanaan jangka panjang adalah rentang waktu sepuluh sampai tiga puluh tahun. Perencanaan jangka panjang ini bersifat umum, dan belum terperinci.
b.    Perencanaan jangka menengah, jangka menengah biasanya mempunyai jangka waktu antara lima sampai sepuluh tahun.
c.   Perencanaan jangka pendek, yaitu perencanaan yang mempunyai jangka waktu antar satu tahun sampai lima tahun.

  1. Dilihat dari segi sifatnya
a.    Perencanaan kuantitatif, yang termasuk perencaan kuantitatif adalah semua target dan sasaran dinyatakan dengan angka-angka.
b.  Perencanaan kualitatif adalah perencanaaan yang ingin dicapai dinyatakan secara kualitas.

  1. Dilihat dari segi luas wilayah
a. Perencanaan lokal, yaitu perencanaan yang disusun dan ditetapkan oleh lembaga-lembaga yang ada di daerah-daerah dengan sifat yang terbatas.
b.    Perencanaan regional adalah perencanaan yang ditetapkan di tingkat propinsi.
c.    Perencanaan nasional, adalah perencanaan di suatau Negara dan dijadikan dasar untuk perencanaan local dan regional.
d.  Perencanaan internasional yaitu perencanaan oleh bebebrapa Negara yang melewati batas-batas suatu negara yang dilaksanakan melalui dari Negara-negara tersebut.

  1. Dilihat dari segi luas jangkauan
a.    Perencanaan makro yaitu perencanaan yang bersifat universal, menyeluruh dan meluas.
b. Perencanaan mikro adalah perencanaan yang ditetapkan dan di susun berdasarkan kondisi dan situasi tertentu.

  1. Dilihat dari segi prioritas pembuatnya
a.  Perencanaan sentralisasi, yaitu perencanaan yang ditentukan oleh pemerintah pusat pada suatu Negara.
b. Perencanaan desentralisasi yaitu perencanaan yang di susun oleh masing-masing wilayah.
c. Perencanaan dekonsentrasi yaitu perencanaan gabungan antara sentralisasi dengan desentralisasi.

  1. Dilihat dari segi obyek
a.    Perencanaan rutin yaitu perencanaan yang di susun untuk jangka waktu tertentu yang dilakukan setiap tahun.
b.   Perencanaan eksendental, yaitu perencanaan yang di susun sesuai dengan kebutuhan yang mendesak pada saat tertentu.

  1. Dilihat dari segi proses
a.     Perencanaan filosofikal, yaitu perencanaan yang bersifat umum, hanya berupa konsep-konsep dari nilai yang bersifat ideal dan masih memerlukan penafsiran-penafsiran dalam bentuk program.
b.  Perencanaan programial adalah perencanaan berupa penjabaran dari perencanaan filosofikal.
c.       Perencanaan operasional yaitu perencanaan yang jelas dan dapat dilakukan.

Sedangkan menurut Marwan Asri dan John Suprihanto, perencanaan dapat dibagi sebagai berikut:
1.      Menurut jangka waktunya, perencanaan dapat dikelompokkan menjadi:
a.       Perencanaan jangka panjang.
b.      Perencanaan jangka pendek,
2.      Menurut ruang lingkupnya, perencanaan dapat dibagi menjadi 3 macam:
a.       Perencanaan fisik.
b.      Perencanaan fungsional,
c.       Perencanaan menyeluruh.

Contoh Perencanaan Dalam Organisasi
            Saya akan membuat contoh perencanaan dalam organisasi dibidang biro konsultasi psikologi yang bernama “Mind Body Health”. Dalam organisasi tersebut terdapat beberapa rancangan perencanaan sebagai berikut:

  • Misi organisasi
            Menjadi biro konsultasi psikologi yang berkualifikasi tinggi dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

  • Tujuan organisasi
            Meningkatkan kualitas hidup manusia dengan membantu menciptakan individu yang sehat secara mental, jiwa dan fisiknya.

  • Kebijakan organisasi
            Membentuk pribadi sehat dengan melalui bantuan seorang tenaga ahli yang profesional, sehingga dalam prakteknya dapat menanggulangi setiap masalah yang dihadapi klien dengan sangat baik dan menjamin kerahasiaan klien, dan mengikuti serta mentaati seluruh prosedur kode etik psikologi yang tertera dalam HIMPSI. Sehingga menghasilkan hasil yang bermanfaat dan memuaskan setiap klien.

  • Prosedur
            Menerapkan cara konsultasi dan terapi yang nyaman dengan menyertakan tenaga ahli yang ramah dan berkualifikasi tinggi ditambah disediakan tempat, suasana dan lingkungan biro konsultasi yang nyaman. Selain itu mengadakan rapat rutin antar seluruh anggota tenaga ahli yang terlibat dalam biro untuk mendiskusikan kendala-kendala yang menghambat dalam pelaksanaan, agar mendapat solusi yang baik sehingga organisasi ini dapat terus berjalan.

  • Aturan
            Mengikuti dan mentaati kode etik psikologi.

  • Program
            Mengadakan setting terapi diluar ruangan, mengadakan terapi kelompok, serta mengadakan penyuluhan dengan mengundang tenaga ahli psikologi dari dalam maupun luar negeri sebagai pembicara.

  • Anggaran
            Menyertai seseorang yang ahli dibidang keuangan agar dapat memanaj, menganalisis data keuangan secara statistik dengan baik sehingga biro konsultasi psikologi “Mind Body Health” dapat terus berdiri dan kegiatan demi kegiatan yang ada di dalamnya dapat terus terlaksana.



Sumber:
 
Asnawir. 2006. Manajemen pendidikan. Padang: IAIN IB Press.
Herlambang, Susatyo. 2013. Pengantar manajemen: cara mudah
     memahami ilmu manajemen
. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Sabtu, 01 November 2014

KECANDUAN INTERNET DAN CARA MENGATASINYA

Kecanduan Internet dan Cara Mengatasinya

Internet sudah menjadi candu baru bagi masyarakat modern. Perkembangan teknologi mobile membuat internet hadir di hampir tiap sela ruang dan waktu hidup manusia. Ketertarikan seseorang terhadap internet banyak bergantung kepada kepentingan, minat, dan kepribadian setiap individu. Orang dapat memeroleh informasi mengenai apa saja sesuai dengan bidang minat dan perhatiannya. Meskipun demikian, ada tiga hal utama yang menjadi pintu masuk keterlibatan seseorang dalam kecanduan internet, yakni pornografi, online game, dan jejaring sosial. Sekitar 11% orang yang terhubung internet menjadi kompulsif atau kecanduan. Tidak mengherankan jika kecanduan internet telah menjadi masalah tingkah laku yang serius dan dianggap sebagai salah satu masalah kejiwaan.
Penyebab kecanduan internet bermacam-macam diantaranya adalah untuk mencari kesenangan dan kepuasan hati, sebagai media pelarian untuk masalah-masalah hidup, bagi anak-anak selain untuk mencari kepuasan juga karena anak umumnya memiliki ambisi yang tinggi, merasa gagal dalam kehidupan nyata, memiliki intelektualitas tinggi dan kurangnya perhatian dari orang tua.

Kecanduan internet tentunya memberikan dampak kepada penggunanya. Dampak yang ditimbulkan dari kecanduan internet diantaranya :
  1. Kebingungan antar Dunia Maya & Dunia Nyata
  2. Meniru kekerasan dalam game on-line (bagi anak-anak)
  3. Kegagalan akademik
  4. Menolak untuk melakukan hal yang lain/ menjadi malas melakukan aktivitas lain
  5. Mengikuti gaya-gaya yang di dapatkannya (termasuk yang negatif)
  6. Stress jika tidak ada internet karena telah merasa ketergantungan
  7. Menghabisi banyak biaya
  8. Mengganggu kesehatan
  9. Menurunkan nilai moral
  10. Menjadi anti sosial, dll.


Oleh karena itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau paling tidak megurangi ketergantungan dari internet. Cara-cara yang dapat dilakukan yaitu :

  1. Cari tahu masalahnya.
Jika alasan menggunakan internet sebagai pelarian dari masalah depresi, gelisah atau masalah hubungan, bukan internet tempat pelariannya. Memanfaatkan internet sebagai tempat pelarian hanya akan membuat Anda semakin candu dengan internet. Psikoterapi bisa menjadi alternatif solusinya. Disana seseorang bisa belajar keahlian bagaimana memanajemen stres dengan baik.

  1. Kenali pemicunya.
Menjadi seorang pecandu internet tentu karena dipicu suatu hal. Cari tahu dan kenali pemicunya. Apakah karena bosan, stres atau kesepian? Jika hal tersebut yang menjadi penyebabnya, coba buat daftar cara alternatif untuk mengatasi perasaan itu misalnya dengan jalan-jalan bersama teman.

  1. Kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan berlama-lama di internet.
Bagi yang sudah ketergantungan dengan internet, cobalah untuk mengurangi sedikit demi sedikit kebiasaan  'bergaul' terlalu lama dengan internet. Misalnya, jika menghabiskan waktu 10 jam sehari di internet, coba kurangi 2 jam saja untuk melakukan kegiatan yang lain seperti rekreasi, ngobrol dan berkumpul dengan keluarga, atau kegiatan sosial lainnya. Cobalah buat jadwal kapan saatnya menghabiskan banyak waktu untuk menggunakan internet dan kapan saatnya waktu yang tidak boleh diganggu gugat, tapi harus dipatuhi tentunya. Setidaknya dengan begitu, sedikit demi sedikit bisa mengurangi rasa ketergantungan dari internet.

  1. Ubah pola kebiasan online.
Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan internet adalah dengan mengubah pola kebiasaan ber-internet. Terbiasa menonton film online? Coba ubah kebiasaan itu dengan cara pergi ke bioskop. Menelepon langsung orang yang kita cari lebih baik ketimbang mengirimkan e-mail. Atau, ubah kebiasaan  berbelanja secara 'maya' di internet dengan cara berbelanja langsung ke toko-toko nyata.

  1. Atur ulang jadwal rutinitas.
Jika biasanya memeriksa media sosial (twitter, facebook, instagram, path dll) pada pagi hari setelah bangun tidur, coba periksalah media sosial tersebut setelah sarapan. Tak adal salahnya menikmati waktu sarapan bersama keluarga karena bisa mempererat hubungan keluarga. Jika sepulang dari kampus biasanya langsung nongkrong di internet, tunggulah sampai setelah waktu makan dan istirahat bisa di sambil dengan bersantai-santai dan mendengarkan musik.


Referensi :

http://www.beritasatu.com/mode/136536-3-cara-atasi-kecanduan-internet.html


http://www.google.co.id/urlq=http://jurnal.psikologi.ugm.ac.id/index.php/fpsi/article/view/91/81&sa=U&ei=rGFMVNfZPMLcmgWri4HoAw&ved=0CBEQFjAA&usg=AFQjCNEWPvwFfgeFA_JFtUBr0dG6UI-hyQ

Sabtu, 11 Oktober 2014

INTERNET DALAM BIDANG PSIKOLOGI

Teknologi Internet dalam Bidang Psikologi

Seperti yang diketahui bahwa pada era globalisasi saat ini pesatnya perkembangan teknologi (IPTEK) di dunia maupun di Indonesia telah memberikan banyak dampak, salah satunya telah berdampak pada psikologi, yang telah bergerak dalam konteks ini dari aplikasi komputer lokal kepada aplikasi jaringan yang memanfaatkan Internet. Secara khusus, 10 jenis aplikasi Intemet psikologis antara lain:
1. information resources on psychological concepts and issues;
2. self-help guides;
3. psychological testing and assessment;
4. help in deciding to go into therapy;
5. information about specific psychological services;
6. single-session psychological advice through e-mail or e-bulletin boards;
7. ongoing personal counseling and therapy through e-mail;
8. real-time counseling through chat, web telephony, and videoconferencing;
9. synchronous and asynchronous support groups, discussion groups, and group counseling;
10. psychological and social research.

Aplikasi psikologi pertama yang menggunakan internet (world wide web) dimulai dari konseling melalui email. E-Counseling merupakan salah satu bentuk nyata aplikasi Teknologi Informasi dalam bidang Psikologi. Internet menawarkan suatu proses psikoterapis yang menggunakan suatu media komunikasi yang terbaru, dimana melalui media ini mereka dapat memberikan suatu intervensi psikoterapi yang disebut dengan E-counseling atau e-mail counseling. E-mail conseling merupakan pelayanan intervensi psikologi yang dilakukan melaui Internet, dimana proses terapi terlebih dahulu dilakukan melaui media ini, untuk kemudian menyususn rencana dalam melakukan intervensi psikologi secara face-to-face (secara langsung) yang akan dilakukannya. Fungsi dari e-counseling adalah untuk membantu terapis dalam mengumpulkan sejumlah data yang terkait dengan kliennya sebelum akhirnya terapis dan klien sepakat untuk bertemu secara langsung untuk melakukan proses terapis selanjutnya.

Bentuk lain dari penerapan teknologi dalam psikologi adalah program SPSS. Program ini memang dibuat untuk membantu berbagai bidang ilmu dalam mempermudah pengembangan ilmu tersebut. Psikologi pun menggunakan aplikasi ini dalam membantu mengolah data. Data yang bisa diaplikasikan dalam SPSS adalah data secara kuantitatif. Aplikasi SPSS sangat membantu bidang psikologi ketika seseorang sedang melakukan penelitian di bidang psikologi dengan metode kuantitatif. Dalam penelitian jumlah subjek yang dibutuhkan tidaklah sedikit, karena untuk memperoleh hasil yang akurat memerlukan cukup banyak subjek sebagai respondennya. Disinilah peranan SPSS sangat dibutuhkan. Data yang telah diperoleh untuk diolah bukanlah data yang sedikit dan sangat melebihi daya tampung manusia. Jika pengolahan tersebut harus dilakukan secara manual, akan terjadi kelelahan, hasil yang tidak akurat, dan akan sangat membuang energi dalam pelaksanaanya. Dengan aplikasi SPSS lah berbagai masalah yang muncul jika diolah secara manual dapat teratasi.


Sumber :

http://www.psikologizone.com

MENGENAL INTERNET

Mengenal Internet


Apa itu Internet ???
Internet atau (Inter-Network) adalah sebutan untuk sekumpulan jaringan komputer yang memenghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomnunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (email, chat), diskusi (Usenet News, email, milis), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Gopher), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), dan aneka layanan lainnya.
Jaringan yang membentuk internet bekerja berdasarkan suatu set protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengalamati lalu lintas dalam jaringan. Protokol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error handling), lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya. Protokol standar pada internet dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Protokol ini memiliki kemampuan untuk bekerja diatas segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan.
Sebuah sistem komputer yang terhubung secara langsung ke jaringan memiliki nama domain dan alamat IP (Internet Protocol) dalam bentuk numerik dengan format tertentu sebagai pengenal. Internet juga memiliki gateway ke jaringan dan layanan yang berbasis protokol lainnya.

Sekilas Sejarah Internet ….

Cikal bakal jaringan Internet yang kita kenal saat ini pertama kali dikembangkan tahun 1969 oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dengan nama ARPAnet (US Defense Advanced Research Projects Agency). ARPAnet dibangun dengan sasaran untuk membuat suatu jaringan komputer yang tersebar untuk menghindari pemusatan informasi di satu titik yang dipandang rawan untuk dihancurkan apabila terjadi peperangan. Dengan cara ini diharapkan apabila satu bagian dari jaringan terputus, maka jalur yang melalui jaringan tersebut dapat secara otomatis dipindahkan ke saluran lainnya.

Pada awalnya, internet hanya menawarkan layanan berbasis teks, meliputi remote access, email/messaging, maupun diskusi melalui newsgroup (Usenet). Layanan berbasis grafis seperti World Wide Web (WWW) saat itu masih belum ada. Yang ada hanyalah layanan yang disebut Gopher yang dalam beberapa hal mirip seperti web yang kita kenal saat ini, kecuali sistem kerjanya yang masih berbasis teks. Kemajuan berarti dicapai pada tahun 1990 ketika World Wide Web mulai dikembangkan oleh CERN (Laboratorium Fisika Partikel di Swiss) berdasarkan proposal yang dibuat oleh Tim Berners-Lee. Namun demikian, WWW browser yang pertama baru lahir dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1992 dengan nama Viola. Viola diluncurkan oleh Pei Wei dan didistribusikan bersama CERN WWW. Tentu saja web browser yang pertama ini masih sangat sederhana, tidak secanggih browser modern yang kita gunakan saat ini.

Aplikasi Internet
Internet menyediakan beragam aplikasi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Setiap aplikasi berjalan diatas sebuah protokol tertentu. Istilah "protokol" di internet mengacu pada satu set aturan yang mengatur bagaimana sebuah aplikasi berkomunikasi dalam suatu jaringan. Sedangkan software aplikasi yang berjalan diatas sebuah protokol disebut sebagai aplikasi client. Di bagian ini, kita akan berkenalan sedikit dengan aplikasi-aplikasi yang paling sering dimanfaatkan oleh pengguna internet.

1. WWW (World Wide Web)

WWW atau yang sering disebut sebagai "web" saja adalah merupakan aplikasi internet yang paling populer. Demikian populernya hingga banyak orang yang keliru mengidentikkan web dengan internet. Secara teknis, web adalah sebuah sistem dimana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain yang tersimpan dalam sebuah internet webserver dipresentasikan dalam bentuk hypertext. Seiring dengan semakin berkembangnya jaringan internet di seluruh dunia, maka jumlah situs web yang tersedia juga semakin meningkat. Hingga saat ini, jumlah halaman web yang bisa diakses melalui internet telah mencapai angka miliaran. Untuk memudahkan penelusuran halaman web, terutama untuk menemukan halaman yang memuat topik-topik yang spesifik, maka para pengakses web dapat menggunakan suatu search engine (mesin pencari). Penelusuran berdasarkan search engine dilakukan berdasarkan kata kunci (keyword) yang kemudian akan dicocokkan oleh search engine dengan database (basis data) miliknya. Saat ini, search engine yang sering digunakan antara lain adalah Google (www.google.com) dan Yahoo (www.yahoo.com).

2. Elektronik Mail/Email/Messaging

Email atau kalau dalam istilah Indonesia, surat elektronik, adalah aplikasi yang memungkinkan para pengguna internet untuk saling berkirim pesan melalui alamat elektronik di internet. Para pengguna email memilki sebuah mailbox (kotak surat) elektronik yang tersimpan dalam suatu mailserver. Suatu Mailbox memiliki sebuah alamat sebagai pengenal agar dapat berhubungan dengan mailbox lainnya, baik dalam bentuk penerimaan maupun pengiriman pesan. Pesan yang diterima akan ditampung dalam mailbox, selanjutnya pemilik mailbox sewaktu-waktu dapat mengecek isinya, menjawab pesan, menghapus, atau menyunting dan mengirimkan pesan email.

3. File Transfer

Fasilitas ini memungkinkan para pengguna internet untuk melakukan pengiriman (upload) atau menyalin (download) sebuah file antara komputer lokal dengan komputer lain yang terhubung dalam jaringan internet. Protokol standar yang digunakan untuk keperluan ini disebut sebagai File Transfer Protocol (FTP) FTP umumnya dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk kepentingan pertukaran maupun penyebarluasan sebuah file melalui jaringan internet. FTP juga dimanfaatkan untuk melakukan prose upload suatu halaman web ke webserver agar dapat diakses oleh pengguna internet lainnya.

4. Remote Login

Layanan remote login mengacu pada program atau protokol yang menyediakan fungsi yang memungkinkan seorang pengguna internet untuk mengakses (login) ke sebuah terminal (remote host) dalam lingkungan jaringan internet. Dengan memanfaatkan remote login, seorang pengguna internet dapat mengoperasikan sebuah host dari jarak jauh tanpa harus secara fisik berhadapan dengan host bersangkutan. Dari sana ia dapat melakukan pemeliharaan (maintenance), menjalankan sebuah program atau malahan menginstall program baru di remote host. Protokol yang umum digunakan untuk keperluan remote login adalah Telnet (Telecommunications Network). Telnet dikembangkan sebagai suatu metode yang memungkinkan sebuah terminal mengakses resource milik terminal lainnya (termasuk hard disk dan program-program yang terinstall didalamnya) dengan cara membangun link melalui saluran komunikasi yang ada, seperti modem atau network adapter.

5. IRC (Internet Relay Chat)

Layanan IRC, atau biasa disebut sebagai "chat" saja adalah sebuah bentuk komunikasi di intenet yang menggunakan sarana baris-baris tulisan yang diketikkan melalui keyboard. Dalam sebuah sesi chat, komnunikasi terjalin melalui saling bertukar pesan-pesan singkat. kegiatan ini disebut chatting dan pelakunya disebut sebagai chatter. Para chatter dapat saling berkomunikasi secara berkelompok dalam suatu chat room dengan membicarakan topik tertentu atau berpindah ke modus private untuk mengobrol berdua saja dengan chatter lain. Kegiatan chatting membutuhkan software yang disebut IRC Client, diantaranya yang paling populer adalah software mIRC.

Aplikasi-apliakasi diatas sebenarnya adalah aplikasi dasar yang paling umum digunakan dalam internet. Selain aplikasi-aplikasi tersebut, masih ada banyak aplikasi lainnya yang memanfaatkan jaringan internet, baik aplikasi yang sering maupun jarang dipergunakan. Teknologi internet sendiri terus berkembang sehingga aplikasi baru terus bermunculan. Disamping itu, aplikasi-aplikasi yang telah ada masih terus dikembangkan dan disempurnakan untuk memenuhi kebutuhan penggunanya.

Sumber :