LINK GUNADARMA

Banner Link Gunadarma

Kamis, 15 Oktober 2015

PENERAPAN SISTEM INFORMASI DI BIDANG PENDIDIKAN

Pengertian sistem informasi secara umum

            Sistem merupakan sekumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. sedangkan Informasi adalah data yang telah diolah sehingga dapat bermanfaat bagi penggunanya. Sehingga sistem informasi manajemen dapat diartikan sebagai suatu sistem informasi yang berbasis computer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa.

            Saat ini banyak sekali dijumpai penerapan sistem informasi dalam kehidupan sehari-haris seperti bisnis, rumah sakit, pemerintahan, kegiatan usaha swasta, pendidikan dll. Banyak sekali manfaat dari pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya. Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan kesehatan.

            Dalam dunia pendidikan, teknologi informasi sangatlah mendukung untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar. Semua elemen, baik pendidik maupun siswa dituntut untuk dapat menggunakan teknologi yang mendukung kegiatan sekolah.

 Pada tugas kali ini, saya akan menjabarkan penerapan sistem informasi pada dunia pendidikan.

            Dalam konteks pendidikan, akhir-akhir telah banyak diperkenalkan model pembelajaran berbasis teknologi dengan berbagai macam istilah yang digunakan, seperti:

  1. Computer Assisted Intsruction (CAI),
  2. Computer Based Education (CBE),
  3. ICT,
  4. Computer Based Training (CBT),
  5. Computer Based Instruction (CBI),
  6. Distance Learning,
  7. Distance Education,
  8. Cybernetic Learning Environment (CLE),
  9. Desktop Video Conferencing,
  10. Integrated Learning System (ILS),
  11. Learner-Cemterted Classroom (LCC),
  12. Teleconferencing,
  13. WBT (Web-Based Training), dan sebagainya.
Semua istilah tersebut pada intinya sama, yakni mengacu kepada sistem pembelajaran yang mengandalkan pemanfaatan teknologi. Adapun penjelasannya secara lebih rinci adalah sebagai berikut:

Pembelajaran Berbasis Komputer

            Saat ini komputer sudah bukan lagi menjadi barang langka, bahkan semua urusan di dalam kehidupan manusia, dari mulai urusan perkantoran hingga urusan pribadi, saat ini tidak bisa lepas dari penggunaan perangkat komputer dengan fasilitas-fasilitas yang ada di dalamnya. Tak terkecuali di dalam dunia pendidikan. Oleh karenanya, untuk memanfaatkan teknologi komputer tersebut, dalam konteks pembelajaran, saat ini telah mulai banyak ditawarkan berbagai macam software yang berisi muatan-muatan mata pelajaran, yang salah satunya dikenal dengan istilah "Computer Assisted Intsruction (CAI)" atau “Pembelajaran dengan Bantuan (Media) Komputer”. Istilah-istilah lainnya adalah: Computer Assisted Intsruction (CAI), Computer Based Education (CBE), ICT, Computer Based Training (CBT), Computer Based Instruction (CBI).

Di dalam dunia pendidikan, komputer bisa dirancang dan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang terintegrasi dengan paket-paket pembelajaran. Hal ini mengingat beberapa kelebihan yang dimiliki komputer, antara lain:

  1. Dapat menyimpan data dalam jumlah besar,
  2. Menghitung dengan cepat dan tepat,
  3. Melakukan pekerjaan berulang-ulang kali,
  4. Menampilkan bentuk grafik, bagan, gambar yang dipandu dengan data numerik, atau dengan proses logika, dan sebagainya, dan
  5. Menampilkan kembali data, informasi yang telah direkam sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pendidik.
Melihat berbagai tantangan dan tuntutan pembelajaran pada saat sekarang, jelas bahwa teknologi kumputer dapat dirancang dan dimanfaatkan di dalam aktifitas pembelajaran. Pendekatan pembelajaran melalui teknologi komputer ini dapat berbentuk antara lain:

  1. Bentuk belajar model, yaitu peserta didik dapat belajar melalui latihan-latihan yang diulang-ulang sehingga peserta didik dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan tertentu, misalnya untuk pelajaran praktikum dan ketrampilan,
  2. Bentuk belajar simulasi, yaitu bentuk belajar peniruan kenyataan yang diabstraksikan dan dapat dilihat secara nyata melalui layar monitor, misalnya pada sesi permainan olah raga dan ketrampilan,
  3. Bentuk belajar permainan, dimana peserta didik dilibatkan dalam operasi mental dalam bentuk permainan, misalnya pelajaran olah raga permainan, sosio-drama, sosiologi,
  4. Bentuk pembelajaran tutorial, yaitu bentuk belajar yang diberikan dengan sistem modul, dalam hal ini komputer akan menampilkan informasi-informasi yang perlu diketahui dan dipahami serta direspon oleh peserta didik,
  5. Bentuk pembelajaran jenis tes, dalam hal ini peserta didik menyampaikan permasalahan yang sudah dikuasai dan belum dikuasai, sehingga ada umpan balik dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya.

Manfaat sistem informasi dibidang pendidikan
  1. Dapat dijadikan alat dalam mendukung pengembangan pengetahuan bagi para siswa,
  2. Dapat mewakili gagasan pelajar bagi pemahaman dan kepercayaan
  3. Merupakan salah satu sarana informasi yang sangat mendukung dalam proses belajar siswa serta dalam hal pencarian dan pengidentifikasian informasi yang diperlukan siswa,
  4. Dapat dijadikan sebagai perbandingan kepercayaan, perspektif, dan pandangan terhadap dunia,
  5. Sangat bermanfaat sebagai media sosial yang dipergunakan untuk mendukung proses berbicara bagi siswa yang terkadang enggan berbicara didepan umum,
  6. Dipergunakan siswa untuk berkolaborasi dengan siswa ataupun orang lain,
  7. Dipergunakan untuk berdiskusi, penyampaian pendapat serta membangun konsensus antar anggota,
  8. Dapat dipergunakan sebagai mitra intelektual dalam perannya untuk mendukung para pelajar,
  9. Membantu pelajar dalam mengartikulasikan dan memprentasikan ilmu apa yang mereka ketahui tentang sesuatu hal,
  10. Dijadikan alat dalam meningkatkan mutu pendidikan dan sekolah yang menerapkannya,
  11. Dapat membantu meningkatkan efektifitas serta efisiensi proses belajar dan mengajar (siswa dan guru),
  12. Dipergunakan untuk mempermudah pelajar dalam mencapai tujuan pendidikan.

Keuntungan yang didapat peserta didik dari penerapan sistem informasi

  1. Peserta didik akan dapat mengakses informasi-informasi yang dibutuhkan meskipun itu adalah hasil penelitian orang lain (dengan legalitas copypaste).
  2. Peserta didik akan mendapat mengakses sumber pengetahuan lebih mudah dibanding sebelum penerapan manfaat teknologi, karena pengaksesan informasi telah banyak dipergunakan dengan media gadget (HP, Ipad, Mobile Tab).
  3. Peserta didik dapat mendapatkan Akses yang lebih mudah ke para ahli.
  4. Materi-materi pelajaran akan lebih tampil secara interaktif dan menarik, serta penyampaiannya akan lebih konseptual.
  5. Materi-materi pendidikan dapat di akses melalui belajar jarak jauh jika terkendali oleh kendala biaya dan waktu.


Sumber:
https://artikelterkait.com/manfaat-teknologi-dalam-dunia-pendidikan.html
http://education0computer.blogspot.co.id/2012/11/manfaat-teknologi-informasi-bagi-bidang.html

Rabu, 30 September 2015

Tugas 1 Psikologi Manajemen

Definisi Manajemen Menurut Para Ahli
  1. Menurut Drs. Oey Liang Lee mengartikan manajemen adalah ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan dari manusia untuk menentukan capaian tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan.
  2. Menurut James A.F. Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan terhadap sumber daya organisasi lainnya supaya tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan yang ditetapkan.
  3. Menurut R. Terry adalah suatu proses khas terdiri tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengontrolan yang dilakukan dalam menentukan serta mencapai target yang sudah ditetapkan lewat pemanfaatan sumber daya manusia dan lainnya.
  4. Menurut Lawrence A. Appley adalah suatu seni untuk mencapai tujuan tertentu lewat usaha yang dilakukan oleh orang lain.
  5. Menurut Horold Koont dan Cyril O’Donnel adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan lewat kegiatan orang lain.
  6. Menurut Stoner adalah suatu proses dalam membuat perencanaan, pengorganisasian, mengendalikan dan memimpin segala macam usaha daripada anggota organisasi dan menggunakan segala sumber daya organisasi dalam mencapai sasaran.
  7. Menurut Wilson Bangun adalah suatu rangkaian aktivitas yang dikerjakan oleh para anggota organisasi agar tujuan dapat tercapai dengan rangkaian yang teratur dan tersusun baik.

Definisi Kepemimpinan Menurut Para Ahli
  1. William G. Scott (1962) Kepemimpinan ialah proses mempengaruhi aktifitas yang diorganisir dalam suatu kelompok dalam usahanya untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
  2. F. A. Nigro (1965) Inti dari kepemimpinan ialah mempengaruhi aktifitas orang lain.
  3. F. I. Munson "The Management of Man". Kepemimpinan sebagai kesanggupan atau kemampuan untuk mengatasi orang-orang yang sedemikian rupa agar mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan kemungkinan pergesekan yang sekecil-kecilnya dan sebesar mungkin terjalinnya kerja sama.
  4. Ordway Tead (1929) Kepemimpinan sebagai penggabungan perangai yang membuat seseorang mungkin dapat mendorong beberapa pihak lain untuk menyelesaikan pekerjaannya.
  5. Hemhill dan Coon (1995) Kepemimpinan merupakan sikap dari seorang individu yang memimpin berbagai kegiatan dari suatu kelompok menuju suatu tujuan yang ingin dicapai bersama-sama.
  6. Kartini Kartono (1994 : 48) Kepemimpinan itu karakternya khas, spesifik, dibutuhkan pada satu situasi tertentu. Sebab didalam sebuah kelompok yang melakukan kegiatan-kegiatan tertentu & memiliki sebuah tujuan serta berbagai macam peralatan yang khusus. Pemimpin sebuah kelompok dengan ciri-ciri yang karakteristik adalah fungsi dari situasi tertentu.
  7. Tannenbaum, Weschler dan Massarik (1961) Kepemimpinan ialah sebuah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan pada keadaan tertentu, serta diarahkan lewat proses komunikasi, menuju arah pencapaian satu tujuan tertentu atau lebih.
  8. P. Pigors (1935) Kepemimpinan ialah proses dorong mendorong lewat keberhasilan sebuah interaksi dari berbagai perbedaan individu, mengontrol daya seseorang dalam mengejar tujuan bersama.
  9. George R. Terry Kepemimpinan merupakan suatu hubungan yang ada didalam diri seseorang atau pemimpin dan mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan sadar dalam hubungan tugas agar tercapainya sebuah tujuan yang diinginkan.
  10.  Stephen J. Carrol dan Henry L. Tosj (1977) Kepemimpinan ialah seuatu proses mempengaruhi orang lain untuk mengerjakan apa yang kamu kehendaki dari mereka untuk mengerjakannya.
  11. Theo Haiman dan William G.Scott Kepemimpinan merupakan suatu proses beberapa orang diarahkan, dipimpin, & dipengaruhi didalam sebuah pemilihan & pencapaian sebuah tujuan.
  12. Duben (1954) Kepemimpinan ialah kegiatan para pemegang kekuasaan & pembuat suatu keputusan.
  13. Reed (1976) Kepimpinan ialah suatu cara mempengaruhi perilaku seseorang agar perjuangan dapat dilakukan mengikuti kehendak dari seorang pemimpin.
  14. G. L. Feman dan E. K. Taylor (1950) Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan untuk menciptakan aktifitas suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi dengan efektifitas yang maksimal & kerjasama dari tiap individu.
  15. James M. Black (1961) Kepemimpinan ialah kemampuan yang mampu meyakinkan orang lain agar mau bekerjasama dibawah pimpinannya menjadi kesatuan dari tim untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
  16. P. Pigors "Ledearship and Domination" Kepemimpinan merupakan suatu proses dorong-mendorong yang mengontrol daya manusia guna mengejar tujuan bersama, lewat interaksi yang berhasil dari bermacam-macam perbedaan individual.
  17. C. Schenk "Leadership" : Infantry Journal. 1928. Kepemimpinan ialah manajemen mengenal seseorang dengan jalan persuasi & inspirasi bukan melalui pengarahan dan semacamnya, atau bahkan paksaan, ancaman yang terselubung.
  18. H. Kootz & O’ Donnel "Principles of Management" Kepemimpinan merupakan aktifitas mempersuasi orang agar mau bekerjasama dalam suatu pencapaian tujuan bersama.

Pengertian Perencanaan (Planning)
Secara umum pengertian perencanaan adalah sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu periode tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Sementara itu terdapat pengertian menurut beberapa ahli berikut :
  1. Menurut Bintoro Tjokroaminoto dalam Husaini Usman (2008:60) adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
  2. Menurut Prajudi Atmosudirjo dalam Husaini Usman (2008:60) juga berpendapat bahwa perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, siapa yang melakukan, bilamana, di mana, dan bagaimana cara melakukannya.
  3. Menurut Soekidjo (2003) adalah suatu kegiatan atau proses penganalisisan dan pemahaman sistem, penyusunan konsep dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan demi masa depan yang baik.
Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah kegiatan yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan dan dalam perencanaan itu mengandung beberapa unsur, diantaranya sejumlah kegiatan yang ditetapkan sebelumnya, adanya proses, hasil yang ingin dicapai, dan menyangkut masa depan dalam waktu tertentu (Usman, 2011:66).

Langkah-langkah Menyusun Perencanaan

  1. Merumuskan Misi dan Tujuan.
Usaha sistematis formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan, sasaran-sasaran, kebijakan-kebijakan, dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang bersangkutan.

  1. Memahami Keadaan Saat ini.
Perencanaan menyangkut jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka pendek dan sampai jangka panjang.

  1. Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya tujuan.
Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan.
Segala kemudahan dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.

  1. Menyusun rencana kegiatan untuk mencapai tujuan.
Tujuan dapat tercapai dengan beberapa cara, diantaranya adalah:    
    1. Menyusun berbagai alternatif kebijaksanaan dan tindakan-tindakan yang mungkin dapat dipilih.
    2. Menilai dan membandingkan untung rugi setiap alternatif kegiatan kebijakan.
    3. Memilih dan menetapkan suatu alternatif yang paling cocok dan baik diantara alternatif-alternatif lain.
Perencanaan Strategik ( Strategik Planning/ Corporate Planning ) merupakan bagian terpenting dari manajemen strategik dan dapat dianggap sebagai pilar sentral manajemen strategik.

Langkah-langkah perencanaan strategis menurut Texas Workforce Commossion, 2005:

  1. membentuk tim perencanaan;
  2. mendiskusikan model perencanaan yang akan diadopsi;
  3. memastikan setiap anggota tim memahami proses dan hasil yang diharapkan;
  4. menyediakan waktu yang cukup untuk proses perencanaan;
  5. mendiskusikan misi lembaga dan kontribusi setiap anggota untuk itu; serta
  6. membangun dasar informasi untuk memberikan hasil dan output yang spesifik.

Manfaat Perencanaan

  1. Standar pelaksanaan dan pengawasan,
  2. Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
  3. Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
  4. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
  5. Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan,
  6. Alat untuk memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait, dan
  7. Alat untuk meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti,
  8. Membantu dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
  9. Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
  10. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
  11. Menghemar waktu, usaha dan dana.

Jenis Perencanaan Dalam Organisasi

Secara hierarkis, terdapat 3 jenis perencanaan, yakni:
1.     Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis yaitu suatu proses dimana eksekutif atau top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan.
2.     Perencanaan Taktis
Perencanaan Taktis yaitu proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. bagian ini dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik.
3.     Perencanaan Operasional
Perencanaan Operasional yaitu perencanaan yang dilakukan pada karyawan tingkat terendah dalam organisasi. Mengidentifikasi prosedur spesifik, dan proses yang diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu rencana dikembangkan dalam waktu yang singkat. 

Menurut Asnawir terdapat tujuh jenis-jenis perencanaan, yang dilihat dari berbagai macam segi, yaitu :
  1. Dilihat dari segi waktu
a.     Perencanaan jangka panjang, yang termasuk dalam perencanaan jangka panjang adalah rentang waktu sepuluh sampai tiga puluh tahun. Perencanaan jangka panjang ini bersifat umum, dan belum terperinci.
b.    Perencanaan jangka menengah, jangka menengah biasanya mempunyai jangka waktu antara lima sampai sepuluh tahun.
c.   Perencanaan jangka pendek, yaitu perencanaan yang mempunyai jangka waktu antar satu tahun sampai lima tahun.

  1. Dilihat dari segi sifatnya
a.    Perencanaan kuantitatif, yang termasuk perencaan kuantitatif adalah semua target dan sasaran dinyatakan dengan angka-angka.
b.  Perencanaan kualitatif adalah perencanaaan yang ingin dicapai dinyatakan secara kualitas.

  1. Dilihat dari segi luas wilayah
a. Perencanaan lokal, yaitu perencanaan yang disusun dan ditetapkan oleh lembaga-lembaga yang ada di daerah-daerah dengan sifat yang terbatas.
b.    Perencanaan regional adalah perencanaan yang ditetapkan di tingkat propinsi.
c.    Perencanaan nasional, adalah perencanaan di suatau Negara dan dijadikan dasar untuk perencanaan local dan regional.
d.  Perencanaan internasional yaitu perencanaan oleh bebebrapa Negara yang melewati batas-batas suatu negara yang dilaksanakan melalui dari Negara-negara tersebut.

  1. Dilihat dari segi luas jangkauan
a.    Perencanaan makro yaitu perencanaan yang bersifat universal, menyeluruh dan meluas.
b. Perencanaan mikro adalah perencanaan yang ditetapkan dan di susun berdasarkan kondisi dan situasi tertentu.

  1. Dilihat dari segi prioritas pembuatnya
a.  Perencanaan sentralisasi, yaitu perencanaan yang ditentukan oleh pemerintah pusat pada suatu Negara.
b. Perencanaan desentralisasi yaitu perencanaan yang di susun oleh masing-masing wilayah.
c. Perencanaan dekonsentrasi yaitu perencanaan gabungan antara sentralisasi dengan desentralisasi.

  1. Dilihat dari segi obyek
a.    Perencanaan rutin yaitu perencanaan yang di susun untuk jangka waktu tertentu yang dilakukan setiap tahun.
b.   Perencanaan eksendental, yaitu perencanaan yang di susun sesuai dengan kebutuhan yang mendesak pada saat tertentu.

  1. Dilihat dari segi proses
a.     Perencanaan filosofikal, yaitu perencanaan yang bersifat umum, hanya berupa konsep-konsep dari nilai yang bersifat ideal dan masih memerlukan penafsiran-penafsiran dalam bentuk program.
b.  Perencanaan programial adalah perencanaan berupa penjabaran dari perencanaan filosofikal.
c.       Perencanaan operasional yaitu perencanaan yang jelas dan dapat dilakukan.

Sedangkan menurut Marwan Asri dan John Suprihanto, perencanaan dapat dibagi sebagai berikut:
1.      Menurut jangka waktunya, perencanaan dapat dikelompokkan menjadi:
a.       Perencanaan jangka panjang.
b.      Perencanaan jangka pendek,
2.      Menurut ruang lingkupnya, perencanaan dapat dibagi menjadi 3 macam:
a.       Perencanaan fisik.
b.      Perencanaan fungsional,
c.       Perencanaan menyeluruh.

Contoh Perencanaan Dalam Organisasi
            Saya akan membuat contoh perencanaan dalam organisasi dibidang biro konsultasi psikologi yang bernama “Mind Body Health”. Dalam organisasi tersebut terdapat beberapa rancangan perencanaan sebagai berikut:

  • Misi organisasi
            Menjadi biro konsultasi psikologi yang berkualifikasi tinggi dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

  • Tujuan organisasi
            Meningkatkan kualitas hidup manusia dengan membantu menciptakan individu yang sehat secara mental, jiwa dan fisiknya.

  • Kebijakan organisasi
            Membentuk pribadi sehat dengan melalui bantuan seorang tenaga ahli yang profesional, sehingga dalam prakteknya dapat menanggulangi setiap masalah yang dihadapi klien dengan sangat baik dan menjamin kerahasiaan klien, dan mengikuti serta mentaati seluruh prosedur kode etik psikologi yang tertera dalam HIMPSI. Sehingga menghasilkan hasil yang bermanfaat dan memuaskan setiap klien.

  • Prosedur
            Menerapkan cara konsultasi dan terapi yang nyaman dengan menyertakan tenaga ahli yang ramah dan berkualifikasi tinggi ditambah disediakan tempat, suasana dan lingkungan biro konsultasi yang nyaman. Selain itu mengadakan rapat rutin antar seluruh anggota tenaga ahli yang terlibat dalam biro untuk mendiskusikan kendala-kendala yang menghambat dalam pelaksanaan, agar mendapat solusi yang baik sehingga organisasi ini dapat terus berjalan.

  • Aturan
            Mengikuti dan mentaati kode etik psikologi.

  • Program
            Mengadakan setting terapi diluar ruangan, mengadakan terapi kelompok, serta mengadakan penyuluhan dengan mengundang tenaga ahli psikologi dari dalam maupun luar negeri sebagai pembicara.

  • Anggaran
            Menyertai seseorang yang ahli dibidang keuangan agar dapat memanaj, menganalisis data keuangan secara statistik dengan baik sehingga biro konsultasi psikologi “Mind Body Health” dapat terus berdiri dan kegiatan demi kegiatan yang ada di dalamnya dapat terus terlaksana.



Sumber:
 
Asnawir. 2006. Manajemen pendidikan. Padang: IAIN IB Press.
Herlambang, Susatyo. 2013. Pengantar manajemen: cara mudah
     memahami ilmu manajemen
. Yogyakarta: Gosyen Publishing.