Definisi Manajemen Menurut Para Ahli
- Menurut Drs. Oey Liang Lee mengartikan manajemen adalah ilmu
dalam perencanaan, pengorganisasian,
penyusunan, pengarahan dan pengawasan dari manusia untuk menentukan capaian
tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan.
-
Menurut James A.F. Stoner
adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan terhadap sumber daya
organisasi lainnya supaya tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan yang
ditetapkan.
-
Menurut R. Terry adalah suatu
proses khas terdiri tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan dan pengontrolan yang dilakukan dalam menentukan serta mencapai
target yang sudah ditetapkan lewat pemanfaatan sumber daya manusia dan
lainnya.
- Menurut Lawrence A. Appley
adalah suatu seni untuk mencapai tujuan tertentu lewat usaha yang dilakukan
oleh orang lain.
-
Menurut Horold Koont dan
Cyril O’Donnel adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan lewat kegiatan orang
lain.
- Menurut Stoner adalah suatu
proses dalam membuat perencanaan, pengorganisasian, mengendalikan dan memimpin
segala macam usaha daripada anggota organisasi dan menggunakan segala sumber
daya organisasi dalam mencapai sasaran.
- Menurut Wilson Bangun adalah
suatu rangkaian aktivitas yang dikerjakan oleh para anggota organisasi agar
tujuan dapat tercapai dengan rangkaian yang teratur dan tersusun baik.
Definisi Kepemimpinan Menurut Para
Ahli
- William G. Scott (1962) Kepemimpinan ialah proses
mempengaruhi aktifitas yang diorganisir dalam suatu kelompok dalam usahanya
untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
-
F. A. Nigro (1965) Inti dari kepemimpinan ialah
mempengaruhi aktifitas orang lain.
- F. I. Munson "The Management of Man". Kepemimpinan
sebagai kesanggupan atau kemampuan untuk mengatasi orang-orang yang sedemikian
rupa agar mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan kemungkinan pergesekan
yang sekecil-kecilnya dan sebesar mungkin terjalinnya kerja sama.
-
Ordway Tead (1929) Kepemimpinan sebagai
penggabungan perangai yang membuat seseorang mungkin dapat mendorong beberapa
pihak lain untuk menyelesaikan pekerjaannya.
-
Hemhill dan Coon (1995) Kepemimpinan merupakan sikap
dari seorang individu yang memimpin berbagai kegiatan dari suatu kelompok
menuju suatu tujuan yang ingin dicapai bersama-sama.
- Kartini Kartono (1994 : 48) Kepemimpinan itu
karakternya khas, spesifik, dibutuhkan pada satu situasi tertentu. Sebab
didalam sebuah kelompok yang melakukan kegiatan-kegiatan tertentu &
memiliki sebuah tujuan serta berbagai macam peralatan yang khusus. Pemimpin
sebuah kelompok dengan ciri-ciri yang karakteristik adalah fungsi dari situasi
tertentu.
- Tannenbaum, Weschler dan Massarik (1961) Kepemimpinan ialah
sebuah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan pada keadaan tertentu, serta
diarahkan lewat proses komunikasi, menuju arah pencapaian satu tujuan tertentu
atau lebih.
-
P. Pigors (1935) Kepemimpinan ialah proses
dorong mendorong lewat keberhasilan sebuah interaksi dari berbagai perbedaan
individu, mengontrol daya seseorang dalam mengejar tujuan bersama.
- George R. Terry Kepemimpinan merupakan suatu
hubungan yang ada didalam diri seseorang atau pemimpin dan mempengaruhi orang
lain agar mau bekerja dengan sadar dalam hubungan tugas agar tercapainya sebuah
tujuan yang diinginkan.
- Stephen J. Carrol
dan Henry L. Tosj (1977) Kepemimpinan ialah seuatu
proses mempengaruhi orang lain untuk mengerjakan apa yang kamu kehendaki dari
mereka untuk mengerjakannya.
- Theo Haiman dan
William G.Scott Kepemimpinan merupakan suatu
proses beberapa orang diarahkan, dipimpin, & dipengaruhi
didalam sebuah pemilihan & pencapaian sebuah tujuan.
- Duben (1954) Kepemimpinan
ialah kegiatan para pemegang kekuasaan & pembuat suatu keputusan.
- Reed (1976) Kepimpinan
ialah suatu cara mempengaruhi perilaku seseorang agar perjuangan dapat
dilakukan mengikuti kehendak dari seorang pemimpin.
- G. L. Feman dan E.
K. Taylor (1950) Kepemimpinan merupakan suatu
kemampuan untuk menciptakan aktifitas suatu kelompok untuk mencapai tujuan
organisasi dengan efektifitas yang maksimal & kerjasama dari tiap individu.
- James M. Black
(1961) Kepemimpinan ialah kemampuan yang mampu meyakinkan orang lain
agar mau bekerjasama dibawah pimpinannya menjadi kesatuan dari tim untuk
mencapai suatu tujuan tertentu.
- P. Pigors
"Ledearship and Domination" Kepemimpinan merupakan suatu
proses dorong-mendorong yang mengontrol daya manusia guna mengejar tujuan
bersama, lewat interaksi yang berhasil dari bermacam-macam perbedaan
individual.
- C. Schenk
"Leadership" : Infantry Journal. 1928. Kepemimpinan ialah
manajemen mengenal seseorang dengan jalan persuasi & inspirasi bukan
melalui pengarahan dan semacamnya, atau bahkan paksaan, ancaman yang
terselubung.
- H. Kootz & O’
Donnel "Principles of Management" Kepemimpinan
merupakan aktifitas mempersuasi orang agar mau bekerjasama dalam suatu
pencapaian tujuan bersama.
Pengertian Perencanaan (Planning)
Secara
umum pengertian perencanaan adalah
sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu
periode tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Sementara itu terdapat
pengertian menurut beberapa ahli berikut :
- Menurut Bintoro Tjokroaminoto dalam Husaini Usman
(2008:60) adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang
akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
- Menurut Prajudi Atmosudirjo dalam Husaini Usman (2008:60) juga
berpendapat bahwa perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang
sesuatu yang akan dijalankan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, siapa yang
melakukan, bilamana, di mana, dan bagaimana cara melakukannya.
- Menurut Soekidjo (2003) adalah suatu kegiatan atau proses
penganalisisan dan pemahaman sistem, penyusunan konsep dan kegiatan yang akan
dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan demi masa depan yang baik.
Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan
bahwa perencanaan adalah kegiatan yang akan dilaksanakan di masa yang akan
datang untuk mencapai tujuan dan dalam perencanaan itu mengandung beberapa
unsur, diantaranya sejumlah kegiatan yang ditetapkan sebelumnya, adanya proses,
hasil yang ingin dicapai, dan menyangkut masa depan dalam waktu tertentu
(Usman, 2011:66).
Langkah-langkah Menyusun
Perencanaan
- Merumuskan Misi dan Tujuan.
Usaha sistematis formal untuk menggariskan wujud
utama dari perusahaan, sasaran-sasaran, kebijakan-kebijakan, dan
strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang bersangkutan.
- Memahami Keadaan Saat ini.
Perencanaan menyangkut jangkauan masa depan dari
keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk mengenal sistematis peluang dan
ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan langkah-langkah yang tepat akan lebih
menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka pendek dan sampai jangka panjang.
- Mempertimbangkan faktor pendukung dan
penghambat tercapainya tujuan.
Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat
tercapainya Tujuan.
Segala kemudahan dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu
sedini mungkin diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak
perusahaan dapat meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang
tersedia.
- Menyusun rencana kegiatan untuk mencapai
tujuan.
Tujuan dapat tercapai
dengan beberapa cara, diantaranya adalah:
- Menyusun berbagai
alternatif kebijaksanaan dan tindakan-tindakan yang mungkin dapat
dipilih.
- Menilai dan membandingkan
untung rugi setiap alternatif kegiatan kebijakan.
- Memilih dan menetapkan
suatu alternatif yang paling cocok dan baik diantara
alternatif-alternatif lain.
Perencanaan Strategik ( Strategik
Planning/ Corporate Planning ) merupakan bagian terpenting dari manajemen
strategik dan dapat dianggap sebagai pilar sentral manajemen strategik.
Langkah-langkah perencanaan
strategis menurut Texas Workforce Commossion, 2005:
- membentuk tim
perencanaan;
- mendiskusikan
model perencanaan yang akan diadopsi;
- memastikan
setiap anggota tim memahami proses dan hasil yang diharapkan;
- menyediakan
waktu yang cukup untuk proses perencanaan;
- mendiskusikan
misi lembaga dan kontribusi setiap anggota untuk itu; serta
- membangun dasar
informasi untuk memberikan hasil dan output yang spesifik.
Manfaat Perencanaan
- Standar pelaksanaan dan
pengawasan,
- Pemilihan berbagai alternatif
terbaik,
- Penyusunan skala prioritas,
baik sasaran maupun kegiatan,
- Menghemat pemanfaatan sumber
daya organisasi,
- Membantu manajer menyesuaikan
diri dengan perubahan lingkungan,
- Alat untuk memudahkan dalam
berkoordinasi dengan pihak terkait, dan
- Alat untuk meminimalkan
pekerjaan yang tidak pasti,
- Membantu
dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
- Memungkinkan
manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
- Membuat
tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
- Menghemar
waktu, usaha dan dana.
Jenis Perencanaan Dalam Organisasi
Secara hierarkis, terdapat 3 jenis
perencanaan, yakni:
1. Perencanaan Strategis
Perencanaan
strategis yaitu suatu proses dimana eksekutif atau top manajer meramal arah
jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada
kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan
tindakan perencanaan.
2. Perencanaan Taktis
Perencanaan
Taktis yaitu proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat, merampingkan
pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. bagian ini dilakukan secara
sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem,
seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik.
3. Perencanaan Operasional
Perencanaan
Operasional yaitu perencanaan yang dilakukan pada karyawan tingkat terendah
dalam organisasi. Mengidentifikasi prosedur spesifik, dan proses yang
diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana
operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah
dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu rencana
dikembangkan dalam waktu yang singkat.
Menurut Asnawir terdapat tujuh jenis-jenis
perencanaan, yang dilihat dari berbagai macam segi, yaitu
:
- Dilihat dari
segi waktu
a. Perencanaan jangka panjang, yang termasuk dalam perencanaan
jangka panjang adalah rentang waktu sepuluh sampai tiga puluh tahun.
Perencanaan jangka panjang ini bersifat umum, dan belum terperinci.
b. Perencanaan jangka menengah, jangka menengah biasanya
mempunyai jangka waktu antara lima sampai sepuluh tahun.
c. Perencanaan jangka pendek, yaitu perencanaan yang mempunyai
jangka waktu antar satu tahun sampai lima tahun.
- Dilihat dari
segi sifatnya
a. Perencanaan kuantitatif, yang termasuk perencaan kuantitatif
adalah semua target dan sasaran dinyatakan dengan angka-angka.
b. Perencanaan kualitatif adalah perencanaaan yang ingin dicapai
dinyatakan secara kualitas.
- Dilihat dari
segi luas wilayah
a. Perencanaan lokal, yaitu perencanaan yang disusun dan ditetapkan
oleh lembaga-lembaga yang ada di daerah-daerah dengan sifat yang terbatas.
b. Perencanaan regional adalah perencanaan yang ditetapkan di
tingkat propinsi.
c. Perencanaan nasional, adalah perencanaan di suatau Negara dan
dijadikan dasar untuk perencanaan local dan regional.
d. Perencanaan internasional yaitu perencanaan oleh bebebrapa
Negara yang melewati batas-batas suatu negara yang dilaksanakan melalui dari
Negara-negara tersebut.
- Dilihat dari
segi luas jangkauan
a. Perencanaan makro yaitu perencanaan yang bersifat universal,
menyeluruh dan meluas.
b. Perencanaan mikro adalah perencanaan yang ditetapkan dan di
susun berdasarkan kondisi dan situasi tertentu.
- Dilihat dari
segi prioritas pembuatnya
a. Perencanaan sentralisasi, yaitu perencanaan yang ditentukan
oleh pemerintah pusat pada suatu Negara.
b. Perencanaan desentralisasi yaitu perencanaan yang di susun
oleh masing-masing wilayah.
c. Perencanaan dekonsentrasi yaitu perencanaan gabungan antara
sentralisasi dengan desentralisasi.
- Dilihat dari
segi obyek
a. Perencanaan rutin yaitu perencanaan yang di susun untuk
jangka waktu tertentu yang dilakukan setiap tahun.
b. Perencanaan eksendental, yaitu perencanaan yang di susun
sesuai dengan kebutuhan yang mendesak pada saat tertentu.
- Dilihat dari
segi proses
a. Perencanaan filosofikal, yaitu perencanaan yang bersifat
umum, hanya berupa konsep-konsep dari nilai yang bersifat ideal dan masih
memerlukan penafsiran-penafsiran dalam bentuk program.
b. Perencanaan programial adalah perencanaan berupa penjabaran
dari perencanaan filosofikal.
c.
Perencanaan operasional yaitu perencanaan yang jelas dan
dapat dilakukan.
Sedangkan menurut Marwan
Asri dan John Suprihanto, perencanaan dapat dibagi
sebagai berikut:
1.
Menurut jangka waktunya, perencanaan dapat dikelompokkan menjadi:
a.
Perencanaan jangka panjang.
b.
Perencanaan jangka pendek,
2.
Menurut ruang lingkupnya, perencanaan dapat dibagi menjadi 3 macam:
a.
Perencanaan fisik.
b.
Perencanaan fungsional,
c.
Perencanaan menyeluruh.
Contoh Perencanaan Dalam Organisasi
Saya akan membuat contoh perencanaan dalam organisasi
dibidang biro konsultasi psikologi yang bernama “Mind Body Health”. Dalam
organisasi tersebut terdapat beberapa rancangan perencanaan sebagai berikut:
Menjadi biro konsultasi psikologi yang berkualifikasi
tinggi dan dapat dipercaya oleh masyarakat.
Meningkatkan kualitas hidup manusia dengan membantu
menciptakan individu yang sehat secara mental, jiwa dan fisiknya.
Membentuk pribadi sehat dengan melalui bantuan seorang
tenaga ahli yang profesional, sehingga dalam prakteknya dapat menanggulangi
setiap masalah yang dihadapi klien dengan sangat baik dan menjamin kerahasiaan
klien, dan mengikuti serta mentaati seluruh prosedur kode etik psikologi yang
tertera dalam HIMPSI. Sehingga menghasilkan hasil yang bermanfaat dan memuaskan
setiap klien.
Menerapkan cara konsultasi dan terapi yang nyaman dengan
menyertakan tenaga ahli yang ramah dan berkualifikasi tinggi ditambah
disediakan tempat, suasana dan lingkungan biro konsultasi yang nyaman. Selain
itu mengadakan rapat rutin antar seluruh anggota tenaga ahli yang terlibat
dalam biro untuk mendiskusikan kendala-kendala yang menghambat dalam
pelaksanaan, agar mendapat solusi yang baik sehingga organisasi ini dapat terus
berjalan.
Mengikuti dan mentaati kode etik psikologi.
Mengadakan setting terapi diluar ruangan, mengadakan
terapi kelompok, serta mengadakan penyuluhan dengan mengundang tenaga ahli
psikologi dari dalam maupun luar negeri sebagai pembicara.
Menyertai seseorang yang ahli dibidang keuangan agar
dapat memanaj, menganalisis data keuangan secara statistik dengan baik
sehingga biro konsultasi psikologi “Mind Body Health” dapat terus berdiri dan
kegiatan demi kegiatan yang ada di dalamnya dapat terus terlaksana.
Sumber:
Asnawir.
2006. Manajemen pendidikan. Padang:
IAIN IB Press.
Herlambang, Susatyo. 2013. Pengantar
manajemen: cara mudah
memahami ilmu manajemen.
Yogyakarta: Gosyen Publishing.